5 Kuliner Legendaris Dekat Stasiun Tanah Abang, dari Nasi Uduk hingga Soto Padang
Wisatarakyat.com – Stasiun Tanah Abang tidak hanya menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat di Jakarta, tetapi juga dikelilingi beragam tempat makan yang telah bertahan selama puluhan tahun. Di kawasan ini, pengunjung bisa menemukan kuliner khas Betawi, hidangan Sunda, hingga masakan Padang dengan karakter rasa yang berbeda.
Keberadaan sejumlah rumah makan legendaris tersebut memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin mengisi perut setelah beraktivitas atau berbelanja di sekitar Tanah Abang. Menariknya, beberapa tempat makan menawarkan hidangan dengan harga mulai Rp20.000-an.
Daya tariknya bukan hanya terletak pada menu yang disajikan, melainkan juga pada resep keluarga dan tradisi kuliner yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Berikut lima rekomendasi kuliner legendaris dekat Stasiun Tanah Abang yang bisa masuk daftar tujuan wisata kuliner.
1. Nasi Uduk H. Zainal Fanani
Bagi pencinta nasi uduk khas Betawi, H. Zainal Fanani menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Usaha kuliner ini telah beroperasi sejak 1967 dan dirintis oleh Zainal Fanani, generasi kedua dari bisnis keluarga tersebut.
Nasi uduk disajikan dalam bungkus daun pisang dengan taburan bawang goreng. Penyajian ini menjadi salah satu ciri yang melengkapi hidangan nasi uduk dengan aneka lauk pendamping.
Pilihan lauknya cukup beragam, mulai dari ayam kampung goreng, sate udang, empal, hingga jeroan. Pengunjung juga dapat menikmati hidangan dengan tiga pilihan sambal serta racikan kecap berbumbu khas.
Harga lauk di tempat ini mulai Rp20.000-an. Dengan beragam pilihan pendamping, pengunjung bisa menyesuaikan pesanan berdasarkan selera masing-masing.
Nasi Uduk H. Zainal Fanani berlokasi di Jalan Kebon Kacang 8 No. 5, Tanah Abang, Jakarta.
2. Warung Nasi Alam Sunda Tanah Abang
Pilihan berikutnya adalah Warung Nasi Alam Sunda yang menawarkan beragam masakan khas Sunda. Berasal dari Cianjur, rumah makan ini juga hadir di kawasan Tanah Abang dengan konsep prasmanan.
Warung yang berdiri sejak 2003 tersebut menyediakan puluhan pilihan lauk. Pengunjung dapat memilih sendiri hidangan yang diinginkan, sehingga lebih leluasa dalam menentukan kombinasi makanan sesuai selera.
Beberapa menu yang menjadi andalan antara lain bebek goreng dengan tekstur empuk, ayam goreng, paru, serta sate ati ampela. Variasi tersebut memberikan pilihan bagi pengunjung yang menyukai lauk berbahan unggas maupun jeroan.
Harga lauk berkisar Rp10.000 hingga Rp40.000. Sementara itu, nasi dapat dinikmati sepuasnya dengan biaya Rp7.000 per orang.
Dengan konsep prasmanan dan pilihan lauk yang beragam, Warung Nasi Alam Sunda bisa menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati masakan Sunda tanpa harus memesan hidangan satu per satu dari daftar menu.
Lokasinya berada di Jalan H. Fachrudin No. 191, Tanah Abang, Jakarta.
3. Gado-gado Cemara
Tidak semua kuliner legendaris di sekitar Tanah Abang berupa hidangan nasi atau olahan daging. Gado-gado Cemara menawarkan pilihan makanan berbahan sayuran yang dipadukan dengan bumbu kacang.
Tempat makan ini didirikan oleh Niawati Setiawan pada 1947. Dengan sejarah panjang tersebut, Gado-gado Cemara menjadi salah satu pilihan bagi pencinta hidangan tradisional yang ingin menikmati sajian sederhana dengan racikan bumbu khas.
Keistimewaan gado-gado di tempat ini terletak pada penggunaan kacang mete dalam campuran bumbu kacangnya. Perpaduan tersebut menghasilkan tekstur saus yang kental dengan rasa manis yang seimbang.
Isiannya terdiri dari bayam, kol, kacang panjang, tauge, tahu, dan tempe. Kombinasi sayuran serta bahan pelengkap tersebut membuat gado-gado menjadi pilihan bagi pengunjung yang menginginkan menu berbeda dari hidangan daging atau masakan bersantan.
Harga satu porsi Gado-gado Cemara dibanderol mulai Rp38.000-an.
Bagi yang ingin mencobanya, tempat makan ini beralamat di Jalan Tanah Abang 5 No. 36, Jakarta.
4. Soto Padang Bang Karto
Soto Padang Bang Karto menawarkan pilihan kuliner dengan cita rasa khas Sumatera Barat. Usaha ini berasal dari Bukittinggi dan telah berdiri sejak 1948. Setelah puluhan tahun beroperasi, kedai tersebut membuka cabang di Jakarta pada 1991.
Salah satu daya tarik hidangannya adalah potongan daging goreng berukuran besar yang disajikan dalam soto Padang. Pengunjung juga dapat memilih tambahan berupa paru sapi dan jeroan untuk melengkapi santapan.
Selain soto, tersedia menu pendamping seperti mi rebus dan teh telur jeruk nipis. Kehadiran pilihan tersebut memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan selain menu utama.
Harga soto Padang di tempat ini berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 per porsi. Rentang harga tersebut memungkinkan pengunjung mempertimbangkan pilihan hidangan sesuai anggaran.
Suasana warung yang tradisional turut melengkapi pengalaman bersantap. Lokasinya berada di Jalan KH Mas Mansyur Gang Riban No. 25A, Tanah Abang, Jakarta.
5. Pondok Djaja
Pondok Djaja menjadi pilihan lain bagi pencinta masakan Padang di kawasan Jakarta. Rumah makan ini berdiri sejak 1969 dan dikenal sebagai salah satu rumah makan Padang tertua di ibu kota.
Keberlangsungan usaha selama puluhan tahun tidak terlepas dari resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Kini, Pondok Djaja dikelola oleh generasi kedua, yakni Djunaidi.
Setiap hari, rumah makan ini menyajikan sekitar 30 jenis masakan. Jumlah tersebut memberikan beragam pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati masakan Padang dengan menu yang bervariasi.
Beberapa hidangan yang tersedia antara lain ayam goreng kampung seharga Rp28.000 per potong, rendang Rp30.000, dan tahu tauco Rp10.000.
Perbedaan harga dan jenis hidangan tersebut memungkinkan pengunjung memilih lauk berdasarkan selera serta anggaran. Tahu tauco dapat menjadi pilihan dengan harga lebih terjangkau, sedangkan ayam goreng kampung dan rendang bisa dipertimbangkan bagi pencinta olahan daging.
Pondok Djaja berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari, tidak jauh dari kawasan Stasiun Tanah Abang.
Tips Memilih Kuliner Legendaris Dekat Stasiun Tanah Abang
Lima tempat makan tersebut menawarkan karakter hidangan yang berbeda. Agar lebih mudah menentukan pilihan, pengunjung dapat mempertimbangkan jenis makanan, kisaran harga, dan lokasi sebelum berkunjung.
Bagi yang ingin menikmati makanan khas Betawi dengan beragam lauk, Nasi Uduk H. Zainal Fanani bisa menjadi pilihan. Sementara itu, Warung Nasi Alam Sunda menawarkan konsep prasmanan dengan pilihan lauk khas Sunda dan nasi sepuasnya dengan biaya tambahan yang telah ditentukan.
Pengunjung yang mencari hidangan berbahan sayuran dapat mempertimbangkan Gado-gado Cemara. Adapun pencinta masakan Sumatera Barat bisa memilih Soto Padang Bang Karto atau Pondok Djaja, yang sama-sama memiliki sejarah panjang dalam dunia kuliner.
Dari segi anggaran, harga yang tercantum dalam sumber berkisar mulai Rp10.000 untuk lauk tertentu hingga Rp50.000 untuk seporsi soto Padang. Namun, biaya makan secara keseluruhan tetap bergantung pada jumlah dan jenis menu yang dipesan.
Sebelum datang, pengunjung sebaiknya memastikan kembali informasi harga dan jam operasional kepada pihak rumah makan. Langkah ini dapat membantu menyesuaikan rencana wisata kuliner dengan waktu kunjungan.
Penutup
Kawasan sekitar Stasiun Tanah Abang menyimpan beragam pilihan kuliner yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki sejarah panjang. Mulai dari nasi uduk Betawi yang telah hadir sejak 1967, gado-gado yang dirintis pada 1947, hingga soto Padang dengan sejarah sejak 1948, setiap tempat menawarkan ciri khas tersendiri.
Keberagaman tersebut membuat wisata kuliner di sekitar Tanah Abang tidak terbatas pada satu jenis masakan. Pengunjung dapat memilih hidangan sesuai selera dan anggaran, sekaligus mengenal tradisi kuliner yang tetap bertahan di tengah perkembangan Jakarta.
Baca Juga :













