ACEH

Pantai Batee Puteh Aceh Selatan – Pesona Batu Putih, Kolam Alami, dan Tradisi Pesisir

Sumber Gambar : BITHE

Wisatarakyat.com – Pantai Batee Puteh menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik perhatian di Kecamatan Meukek, Aceh Selatan. Pantai ini menawarkan karakter yang berbeda melalui hamparan batu putih yang memenuhi kawasan pesisir.

Keunikan tersebut menjadi alasan utama Pantai Batee Puteh mulai dikenal lebih luas. Selain pemandangan pantai, wisatawan juga dapat menemukan aktivitas masyarakat pesisir, kolam alami, hingga jejak sejarah yang melekat dengan kawasan tersebut.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan nuansa lebih tenang, tempat ini dapat menjadi salah satu pilihan ketika berada di Aceh Selatan.

Lokasi Pantai Batee Puteh

Pantai Batee Puteh berada di Gampong Lhok Aman, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Lokasinya berjarak sekitar 22 hingga 28 kilometer dari Kota Tapaktuan.

Perjalanan dari Tapaktuan menuju pantai ini dapat ditempuh sekitar 30 sampai 45 menit. Akses menuju kawasan wisata relatif mudah karena lokasinya tidak jauh dari jalan nasional.

Pantai juga berada di sekitar permukiman warga. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju lokasi tidak terasa terlalu sepi, sementara suasana di kawasan pantai tetap menawarkan ketenangan.

Daya Tarik Batu Putih

Hal yang paling menonjol dari Pantai Batee Puteh adalah hamparan batu berwarna putih gading di sepanjang pesisir. Batu-batu tersebut terbentuk secara alami dan menjadi ciri khas kawasan pantai.

Proses alam berupa abrasi menyebabkan bebatuan dari dasar laut terkikis dan terbawa hingga ke daratan. Dalam waktu yang panjang, material tersebut kemudian terkumpul dan membentuk hamparan batu putih yang menjadi panorama khas.

Ketika terkena sinar matahari, permukaan batu terlihat berkilau. Pemandangan tersebut memberikan kesan berbeda dibandingkan pantai yang didominasi pasir.

Keberadaan batu putih juga memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar. Batu yang secara alami telah berada di daratan dikumpulkan dan dipilah berdasarkan ukuran serta kebersihannya untuk kemudian dimanfaatkan sebagai material dekorasi.

Harga batu tersebut disebut berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp100 ribu per karung. Nilainya bergantung pada ukuran dan kondisi batu.

Selain mempunyai nilai ekonomi, batu putih juga digunakan dalam kegiatan masyarakat. Salah satunya untuk menaburi makam ketika warga melakukan ziarah pada Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Aktivitas Nelayan di Pesisir

Daya tarik Pantai Batee Puteh tidak hanya berasal dari bentang alamnya. Kehidupan masyarakat pesisir yang masih berlangsung secara tradisional juga menjadi bagian dari pengalaman ketika berkunjung.

Pada pagi hari, nelayan setempat beraktivitas di laut menggunakan perahu kayu tanpa mesin yang dikenal dengan sebutan jaloe.

Suasana pagi di pantai menjadi semakin khas dengan suara ombak dan aktivitas nelayan. Setelah kembali dari laut, hasil tangkapan dibawa ke daratan dan dijual di sekitar kawasan pantai.

Wisatawan yang datang pada waktu tersebut berkesempatan melihat secara langsung aktivitas masyarakat pesisir. Pemandangan ini memberikan gambaran mengenai kehidupan nelayan yang masih berjalan dengan cara sederhana.

Kolam Alami Poe Mbon

Tidak jauh dari garis pantai terdapat kolam alami bernama Poe Mbon. Kolam tersebut memiliki air yang jernih dan disebut tetap bening meskipun memasuki musim kemarau panjang.

Jaraknya hanya beberapa puluh meter dari laut sehingga cukup mudah dijangkau pengunjung. Keberadaan kolam ini menjadi pelengkap pengalaman wisata di Pantai Batee Puteh.

Pengunjung dapat memanfaatkannya untuk membilas tubuh setelah bermain di laut. Airnya yang jernih juga membuat Poe Mbon menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk disinggahi.

Kedekatannya dengan pantai membuat kolam alami tersebut cukup diminati, termasuk oleh wisatawan yang datang bersama anak-anak.

Makam Said Ahmad

Pantai Batee Puteh juga memiliki sisi sejarah melalui keberadaan makam Said Ahmad. Tokoh tersebut disebut hidup sekitar 1840 hingga 1940 dan dikenal dalam kisah masyarakat sebagai sosok yang pernah melawan penjajahan.

Makam Said Ahmad dihiasi batu putih yang sekaligus menjadi bagian dari identitas kawasan pantai. Masyarakat sekitar maupun pendatang kerap mendatangi makam tersebut untuk berziarah.

Dalam cerita yang berkembang di tengah masyarakat, Said Ahmad juga dikaitkan dengan keberadaan pedang berukuran sekitar empat meter. Benda tersebut menjadi simbol keberanian dan kekuatan tokoh yang dikenang di kawasan tersebut.

Keberadaan makam ini membuat Pantai Batee Puteh tidak hanya memiliki daya tarik wisata alam, tetapi juga menyimpan unsur sejarah dan budaya masyarakat setempat.

Fasilitas dan Kondisi Wisata

Daya tarik alam Pantai Batee Puteh cukup kuat, tetapi fasilitas di kawasan tersebut masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan.

Kondisi pantai yang berada dekat dengan permukiman membuat wisatawan masih dapat merasakan kehidupan masyarakat lokal. Namun, pengembangan fasilitas pendukung tetap diperlukan agar aktivitas wisata dapat berlangsung lebih nyaman.

Karakter pantai yang masih alami justru menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Wisatawan dapat menikmati bentang pesisir sekaligus melihat aktivitas masyarakat tanpa suasana yang terlalu ramai.

Pantai Batee Puteh Raih Penghargaan API 2025

Popularitas Pantai Batee Puteh semakin meningkat setelah destinasi ini meraih Anugerah Pesona Indonesia (API) pada 2025 untuk kategori Surga Tersembunyi.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu penanda bahwa keberadaan pantai dengan karakter batu putih ini mulai mendapatkan perhatian lebih luas.

Keunikan bentang alam, kehidupan masyarakat pesisir, kolam alami, serta nilai sejarah menjadi kombinasi yang membuat Pantai Batee Puteh memiliki daya tarik tersendiri.

Waktu yang Tepat Berkunjung

Bagi wisatawan yang ingin menikmati karakter Pantai Batee Puteh secara lebih maksimal, waktu pagi dapat menjadi pilihan. Pada periode tersebut, aktivitas nelayan berlangsung dan suasana pantai cenderung lebih tenang.

Datang pada pagi hari juga memberikan kesempatan untuk melihat hamparan batu putih ketika terkena cahaya matahari. Aktivitas masyarakat yang berlangsung di sekitar pesisir dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Wisatawan tetap perlu menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan selama berada di pantai. Terlebih, batu putih yang menjadi identitas Pantai Batee Puteh terbentuk melalui proses alam dalam waktu yang panjang.

Pantai Batee Puteh sebagai Destinasi Alam Aceh Selatan

Pantai Batee Puteh memperlihatkan bahwa daya tarik wisata tidak selalu harus hadir dalam bentuk pasir putih atau fasilitas modern. Hamparan batu putih yang terbentuk secara alami justru menjadi karakter utama yang membuat pantai ini berbeda.

Kehidupan nelayan, kolam alami Poe Mbon, serta makam Said Ahmad turut memperkaya pengalaman wisata di kawasan tersebut. Berbagai unsur itu berpadu dalam satu kawasan pesisir yang masih mempertahankan suasana tradisional.

Dengan lokasinya yang relatif mudah dijangkau dari Tapaktuan dan mulai dikenalnya destinasi ini melalui penghargaan API 2025, Pantai Batee Puteh layak masuk dalam daftar tujuan ketika menjelajahi potensi wisata Aceh Selatan.

Baca Juga : Wahana Lubuk Indah Samadua Aceh Selatan, Destinasi Wisata Alam dengan Keranjang Sultan

Sebelumnya

Daftar Menu dan Harga Fusia Resto Surabaya, Pilihan Nasi Timbel hingga Aneka Minuman

Wisata Rakyat