LUAR NEGERI

Wat Arun Bangkok, Ikon Kuil di Tepi Sungai Chao Phraya yang Sarat Sejarah

Sumber Gambar : Viva Wisata

Wisatarakyat.com – Bangkok, Thailand, tidak hanya dikenal melalui gemerlap kehidupan kota dan beragam lanskap perkotaan. Destinasi bernuansa religi juga menjadi bagian penting dari daya tarik wisata ibu kota Thailand, salah satunya Wat Arun Ratchawarara.

Kuil yang berada di tepi Sungai Chao Phraya ini menjadi salah satu tujuan yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Kemegahan arsitekturnya berpadu dengan posisi yang menghadap sungai, sehingga menghadirkan suasana berbeda dibandingkan destinasi perkotaan lainnya di Bangkok.

Lokasi Wat Arun Bangkok

Wat Arun berada di kawasan tepi Sungai Chao Phraya. Keberadaan kuil di sisi sungai membuat wisatawan tidak hanya dapat menikmati bangunan bersejarah, tetapi juga panorama perairan yang menjadi salah satu bagian penting dari lanskap Bangkok.

Saat memasuki kompleksnya, pengunjung akan menemukan bangunan kuil dengan ornamen yang cukup mencolok. Kemegahan tersebut menjadi salah satu alasan Wat Arun kerap dijadikan tempat untuk mengabadikan perjalanan selama berada di Bangkok.

Wisatawan juga terlihat mengenakan busana tradisional Thailand atau Chut Thai ketika berfoto di kawasan kuil. Perpaduan pakaian tradisional dengan latar bangunan Wat Arun membuat kawasan ini menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk fotografi.

Sejarah Panjang Wat Arun

Daya tarik Wat Arun tidak hanya terletak pada bentuk bangunannya. Kuil ini memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah ibu kota Thailand sejak sebelum Bangkok berkembang seperti sekarang.

Menurut Tourism Authority of Thailand (TAT), Wat Arun telah berdiri sejak masa Ayutthaya. Keberadaannya bahkan mendahului periode ketika Bangkok ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Thailand.

Setelah Ayutthaya jatuh pada 1767, Raja Taksin kemudian membangun ibu kota baru di Thonburi yang berada di sisi barat Sungai Chao Phraya. Pada masa tersebut, Wat Arun menjadi salah satu kuil penting.

Ketika pusat pemerintahan kemudian dipindahkan ke Bangkok pada masa Raja Rama I, Wat Arun tetap mempunyai posisi penting dalam sejarah awal Kerajaan Rattanakosin.

Perubahan Bentuk hingga Menjadi Ikon Bangkok

Penampilan Wat Arun yang dikenal wisatawan saat ini terbentuk melalui sejumlah perubahan dalam sejarahnya. Perkembangan besar terjadi pada masa pemerintahan Raja Rama II dan kemudian diteruskan oleh Raja Rama III.

Pada periode tersebut, pagoda utama diperbesar dan mendapatkan tambahan berbagai ornamen. Perubahan itu menghasilkan karakter arsitektur yang kemudian menjadi ciri khas Wat Arun.

Bangunan utama yang berada di sekitar pagoda juga memiliki keterkaitan dengan masa pemerintahan Rama II. Detail ornamen pada kompleks kuil turut memperkuat daya tarik visualnya.

Mengapa Disebut Kuil Fajar?

Nama Wat Arun memiliki hubungan dengan Aruna dalam tradisi Hindu yang berkaitan dengan dewa fajar. Karena latar belakang tersebut, Wat Arun juga dikenal dengan sebutan Temple of Dawn atau Kuil Fajar.

Sebutan tersebut membuat Wat Arun memiliki identitas yang kuat di antara berbagai destinasi wisata religi di Bangkok. Selain nilai sejarah dan keagamaan, nama tersebut juga berkaitan erat dengan karakter tempat yang berada di kawasan tepi Sungai Chao Phraya.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Wat Arun

Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan suasana visual berbeda, sore hari menjelang penutupan kawasan dapat menjadi pilihan menarik. Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, cahaya matahari mulai memberikan nuansa hangat pada bangunan kuil.

Ketika matahari mulai terbenam, langit dapat berubah menjadi warna jingga. Kondisi tersebut menciptakan latar yang menarik ketika Wat Arun dipadukan dengan aliran Sungai Chao Phraya.

Waktu sore juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengabadikan foto dengan suasana yang lebih dramatis. Bangunan kuil, warna langit, dan sungai menjadi tiga elemen yang saling melengkapi.

Harga Tiket Masuk Wat Arun

Wisatawan mancanegara yang ingin memasuki Wat Arun dikenakan tiket sebesar 200 baht per orang. Nilai tersebut dalam sumber yang digunakan setara dengan sekitar Rp90 ribu.

Tiket tersebut mencakup satu botol air minum serta akses ke kompleks kuil. Dengan demikian, pengunjung dapat menjelajahi kawasan Wat Arun sekaligus menikmati berbagai sudut bangunan yang menjadi daya tarik utamanya.

Wat Arun sebagai Destinasi Wisata Sejarah

Wat Arun menawarkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan fotografi. Di balik kemegahan bangunannya terdapat perjalanan panjang yang berkaitan dengan perubahan pusat pemerintahan Thailand dari Ayutthaya, Thonburi, hingga periode awal Bangkok.

Posisinya di tepi Sungai Chao Phraya juga memberikan nilai tambah bagi pengalaman wisata. Pengunjung dapat menikmati perpaduan antara bangunan bersejarah dan lanskap sungai dalam satu kawasan.

Bagi wisatawan yang tengah menyusun perjalanan ke Bangkok, Wat Arun dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenal sisi sejarah dan religi kota tersebut. Terlebih, suasana menjelang matahari terbenam memberikan pengalaman visual yang berbeda dari kunjungan pada siang hari.

Kesimpulan

Wat Arun Ratchawarara merupakan salah satu ikon wisata Bangkok yang memadukan sejarah, arsitektur, budaya, dan panorama Sungai Chao Phraya. Kuil ini tidak hanya menarik karena kemegahan bangunannya, tetapi juga karena perannya dalam perjalanan sejarah Thailand.

Dengan tiket wisatawan mancanegara sebesar 200 baht dan pemandangan sore yang menarik, Wat Arun menjadi destinasi yang layak dipertimbangkan ketika berkunjung ke Bangkok. Waktu menjelang matahari terbenam dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana sekaligus mengabadikan keindahan kuil dengan latar langit jingga.

 

Sebelumnya

5 Rekomendasi Ketupat Sayur Padang di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang

Selanjutnya

5 Tempat Makan Kebab Enak di Jakarta, Pilihan Menu Beragam dan Harga Terjangkau

Wisata Rakyat