Wisata Gen Z di Jogja yang Wajib Kamu Kunjungi
Wisatarakyat.com – Jogja itu kota yang aneh. Datang sebentar, pulangnya pengen lama. Nggak datang pun, rasanya tetap kangen. Entah karena suasananya, orang-orangnya, atau karena hidup di sini terasa lebih pelan sesuatu yang langka di tengah hidup Gen Z yang serba dikejar deadline, notifikasi, dan overthinking yang datangnya nggak pernah izin.
Jogja juga bukan sekadar destinasi wisata. Ia lebih mirip ruang aman kolektif: tempat kabur ketika hidup terasa terlalu padat, tempat pulang walau bukan kampung halaman, atau sekadar tempat diam sambil pura-pura liburan. Kalau kamu selama ini cuma kenal Jogja dari FYP TikTok atau Reels Instagram, mungkin sudah waktunya kamu datang langsung. Bukan cuma buat foto, tapi buat benar-benar ngerasa. Ini beberapa tempat yang layak kamu kunjungi.
Malioboro: Capek Jalan, Tapi Selalu Dicari
Malioboro itu nggak pernah benar-benar sepi. Jalannya panjang, panas, dan bikin kaki pegel, tapi entah kenapa selalu dirindukan. Di sini kamu bisa nemuin semuanya: pedagang kaki lima, baju batik andalan Jogja, andong, becak Jogja, pengamen dengan ciri khas Jogja, sampai orang-orang yang kelihatannya lagi nyari jawaban hidup sambil duduk di angkringan. Malioboro bukan tempat paling nyaman, tapi justru di situlah rasa Jogja paling terasa.
Keraton Yogyakarta: Jogja yang Nggak Ikut-ikutan
Di tengah dunia yang makin cepat dan serba instan, Keraton Yogyakarta berdiri dengan ritme sendiri. Masuk ke sini rasanya kayak diajak berhenti sebentar. Budaya dan sejarahnya nggak dipamerkan secara berisik, tapi dihadirkan dengan tenang. Cocok buat kamu yang capek sama hidup modern, tapi masih pengen ngerti akar sebelum lanjut jalan.
Candi Prambanan: Megah, Ikonik, dan Penuh Cerita
Candi Prambanan jadi salah satu destinasi wajib kalau ke Jogja. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini punya arsitektur yang megah dan detail yang bikin kagum. Jalan-jalan di area Prambanan tuh rasanya kayak masuk ke buku sejarah, tapi versi live. Datang sore hari jadi waktu paling pas karena cahaya matahari bikin candi terlihat makin dramatis. Kalau beruntung, kamu juga bisa nonton pertunjukan Sendratari Ramayana yang ceritanya klasik tapi vibes-nya tetap keren.
Pantai Parangtritis: Laut, Angin, dan Pikiran yang Datang Bersamaan
Parangtritis bukan pantai lucu buat main air. Ombaknya besar, anginnya kencang, dan suasananya cenderung sunyi. Justru itu daya tariknya. Banyak orang datang ke sini bukan buat berenang, tapi buat duduk, menatap laut, dan membiarkan pikirannya ribut sebentar. Tempat yang jujur buat overthinking tanpa dihakimi.
Wisata Obelix: Spot Foto Estetik Anti Gagal
Obelix Sea View jadi salah satu spot favorit buat nikmatin laut dari ketinggian. View lautnya luas banget, spot fotonya estetik, dan vibes-nya tenang tapi tetap Instagramable. Menariknya, di waktu-waktu tertentu ada pertunjukan seni tari bertema budaya yang bikin suasana makin hidup. Perpaduan senja, debur ombak, dan gerakan tari tradisional ini ngasih pengalaman yang nggak Cuma cantik buat difoto, tapi juga berkesan buat dinikmati. Paling pas datang sore hari buat nunggu sunset sambil santai.
Puncak Segoro: Laut dari Sudut yang Berbeda
Puncak Segoro menawarkan laut tanpa harus bersentuhan langsung dengannya. Dari atas tebing, semuanya terasa lebih luas dan lebih tenang. Anginnya sejuk, pandangannya lega, dan cocok buat healing versi pelan-pelan—tanpa perlu sok spiritual atau caption bijak.
Pada akhirnya, Jogja bukan cuma soal tempat yang kamu kunjungi, tapi perasaan yang kamu bawa pulang. Banyak yang bilang, sekali kena “air Jogja”, kamu bakal balik lagi. Dan mungkin itu benar. Sebab di saat hidup terasa terlalu bising, Jogja selalu menawarkan satu hal sederhana: ruang untuk bernapas tanpa ditanya tujuan.
Kalau kamu lagi capek sama hidup, mungkin solusinya nggak serumit itu.
Ke Jogja dulu aja.
Ditulis oleh Didacus Galih Putro Aji, Universitas Katolik Musi Charitas Palembang.













