DESTINASI WISATA

11 Desa Wisata di Bali yang Menawarkan Alam, Budaya, dan Pengalaman Berbeda

Sumber Gambar : Google Map

Wisatarakyat.com – Bali tidak hanya menawarkan pantai, pusat hiburan, dan objek wisata populer. Pulau Dewata juga memiliki desa-desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan alam, budaya, tradisi, kerajinan, hingga aktivitas masyarakat setempat.

Mengunjungi desa wisata di Bali dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih tenang sekaligus mengenal kehidupan masyarakat lokal. Setiap desa memiliki karakter tersendiri, mulai dari kawasan persawahan dan perbukitan hingga pesisir dengan potensi wisata bawah laut.

Selain menikmati pemandangan, wisatawan juga dapat menemukan berbagai aktivitas menarik. Beberapa di antaranya berupa belajar membuat kerajinan, menyaksikan kesenian tradisional, melakukan trekking, snorkeling, hingga mengikuti kegiatan konservasi lingkungan.

Berikut 11 desa wisata di Bali yang dapat menjadi pilihan untuk melengkapi perjalanan di Pulau Dewata.

1. Desa Tenganan Pegringsingan

Desa Tenganan Pegringsingan memiliki karakter budaya yang berkaitan dengan kondisi Bali pada masa pra-Majapahit. Keunikan tersebut membuat desa ini menjadi salah satu pilihan untuk mengenal sisi budaya Bali yang masih dipertahankan masyarakat.

Tidak hanya budaya, kawasan desa juga menawarkan lingkungan alam yang menarik. Wisatawan dapat menemukan panorama perbukitan, hutan adat yang masih lestari, serta area persawahan.

Salah satu tradisi yang menjadi daya tarik Desa Tenganan Pegringsingan adalah Perang Pandan. Tradisi ini dilakukan oleh dua pria dari berbagai usia yang saling berduel menggunakan daun pandan berduri dan perisai rotan.

Perang Pandan menjadi bentuk penghormatan kepada Dewa Indra. Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman budaya yang dapat ditemukan ketika berkunjung ke desa ini.

2. Desa Wisata Bakas

Desa Wisata Bakas menawarkan suasana pedesaan yang masih asri. Persawahan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar sekaligus menghadirkan pemandangan alami bagi wisatawan.

Kawasan desa juga dilalui Sungai Tukad Melangit. Wisatawan dapat mengelilingi area persawahan sambil menikmati udara segar dan melihat aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan pertanian secara alami.

Desa Wisata Bakas juga memiliki kesenian lokal yang masih dilestarikan. Salah satunya adalah Tari Kecak Endut yang memiliki keunikan karena dipentaskan di tengah kubangan sawah berlumpur.

3. Desa Wisata Bondalem

Desa Wisata Bondalem berada di Kabupaten Buleleng dan memiliki karakter sebagai desa wisata pesisir. Letaknya yang berada di kawasan pantai membuat desa ini menawarkan pengalaman menikmati keindahan bawah laut.

Wisatawan dapat menjadikan kawasan laut sebagai bagian dari perjalanan untuk menikmati pemandangan bawah laut. Keberadaan potensi tersebut memberikan warna berbeda dibandingkan desa wisata yang lebih banyak mengandalkan persawahan atau perbukitan.

Selain wisata alam, Bondalem memiliki kesenian khas berupa Tari Telek Bondalem. Tarian tersebut merupakan varian lokal dari Tari Telek di Bali yang dipentaskan dengan ciri khas masyarakat desa setempat.

4. Desa Wisata Undisan

Desa Wisata Undisan terletak di Kabupaten Bangli. Lingkungan desa masih asri dan tidak terlalu padat sehingga menawarkan suasana pedesaan yang lebih tenang.

Sebagian masyarakat Desa Wisata Undisan berprofesi sebagai petani, peternak, dan pengrajin bunga. Kondisi tersebut memungkinkan wisatawan mengenal aktivitas masyarakat secara lebih dekat.

Selain kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan pedesaan, wisatawan juga dapat mempelajari kerajinan khas Desa Wisata Undisan. Salah satunya adalah Bunga Emas dan berak yang digunakan untuk perhiasan adat.

Kerajinan tersebut menjadi salah satu UMKM unggulan desa sehingga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

5. Desa Wisata Celuk

Desa Wisata Celuk yang berada di Gianyar dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan perak dan emas di Bali. Wisatawan dapat melihat secara langsung proses kreatif yang dilakukan para artisan lokal.

Kunjungan ke Celuk tidak hanya memberikan kesempatan untuk melihat produk kerajinan. Wisatawan juga dapat mengenal proses pembuatan karya yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Membeli produk lokal saat berkunjung juga dapat menjadi bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif. Aktivitas tersebut sekaligus membantu menjaga keberlangsungan warisan kerajinan yang telah menjadi identitas Desa Wisata Celuk.

6. Desa Wisata Mas

Desa Wisata Mas berada di kawasan Ubud dan memiliki daya tarik utama berupa seni ukir kayu. Masyarakat setempat dikenal memiliki keterampilan menghasilkan ukiran dengan detail yang tinggi.

Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun sehingga menjadi bagian dari identitas desa. Karya yang dihasilkan para pengrajin memiliki karakter dan cerita tersendiri.

Wisatawan yang berkunjung bersama keluarga dapat melihat hasil kerajinan sekaligus membawa pulang ukiran patung sebagai oleh-oleh. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal seni tradisional Bali.

7. Desa Wisata Les

Desa Wisata Les berada di Kabupaten Buleleng dan menawarkan pengalaman wisata berbasis konservasi laut. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi terumbu karang.

Wisatawan dapat berpartisipasi dalam penanaman terumbu karang. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan laut.

Selain kegiatan konservasi, wisatawan dapat menikmati kawasan laut dengan snorkeling. Dari aktivitas tersebut, pengunjung dapat melihat terumbu karang dan berbagai spesies ikan yang hidup di sekitarnya.

8. Desa Wisata Tigawasa

Desa Wisata Tigawasa terletak di Kabupaten Buleleng dan masih mempertahankan tradisi yang berasal dari masa sebelum pengaruh Majapahit. Karakter tersebut membuat desa ini termasuk dalam kategori Bali Aga.

Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan adalah belajar membuat anyaman bambu atau sokasi bersama pengrajin lokal. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Tidak hanya kerajinan, Tigawasa juga menawarkan aktivitas trekking. Wisatawan dapat menyusuri kawasan desa sembari menikmati pemandangan perbukitan Bali Utara yang masih alami.

9. Desa Carangsari

Desa Carangsari berada di Kabupaten Badung dan memiliki daya tarik sejarah yang kuat. Desa ini dikenal sebagai tempat kelahiran I Gusti Ngurah Rai, pahlawan nasional Bali.

Keberadaan jejak sejarah tersebut membuat Carangsari dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berlibur sekaligus mengenal sejarah Pulau Dewata.

Selain wisata sejarah, terdapat aktivitas luar ruang yang dapat dilakukan wisatawan. Beberapa di antaranya adalah rafting di Sungai Ayung dan trekking di kawasan desa.

10. Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu desa yang dikenal karena kebersihan dan tata ruangnya. Salah satu ciri khas yang mudah dikenali adalah jalan desa yang lurus dengan rumah adat di sepanjang kawasan.

Berada di Kabupaten Bangli, desa ini dapat dijelajahi dengan berjalan santai sambil menikmati udara segar. Beberapa rumah warga juga terbuka bagi wisatawan yang ingin melihat aktivitas masyarakat sekitar.

Pada waktu tertentu, wisatawan dapat menyaksikan upacara adat atau festival desa. Pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengenal tradisi masyarakat lokal Bali secara lebih dekat.

11. Desa Pemuteran

Desa Pemuteran berada di Kabupaten Buleleng dan dikenal melalui upaya konservasi terumbu karangnya. Kawasan ini sebelumnya memiliki banyak terumbu karang yang mengalami kerusakan.

Seiring dengan upaya konservasi, Desa Pemuteran kemudian berkembang menjadi model konservasi laut kelas dunia. Wisatawan dapat menjelajahi kawasan laut untuk melihat ekosistem yang kembali hidup setelah mengalami kerusakan.

Pengalaman tersebut membuat kunjungan ke Pemuteran tidak hanya berkaitan dengan wisata alam. Wisatawan juga dapat melihat bagaimana upaya pelestarian lingkungan menjadi bagian dari daya tarik sebuah desa wisata.

Desa Wisata di Bali Tawarkan Pengalaman yang Beragam

Sebelas desa wisata tersebut memperlihatkan bahwa Bali memiliki pilihan perjalanan yang jauh lebih beragam. Setiap desa mempunyai daya tarik berbeda yang dapat disesuaikan dengan minat wisatawan.

Bagi pencinta budaya, Desa Tenganan Pegringsingan, Tigawasa, dan Penglipuran menawarkan pengalaman yang berkaitan dengan tradisi masyarakat. Sementara Celuk, Mas, dan Undisan dapat menjadi pilihan untuk mengenal kerajinan lokal.

Wisatawan yang lebih tertarik dengan alam juga memiliki banyak pilihan. Bakas menawarkan suasana persawahan, sedangkan Bondalem, Les, dan Pemuteran menghadirkan pengalaman yang berkaitan dengan kawasan laut.

Carangsari juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menggabungkan sejarah dengan aktivitas luar ruang. Dengan menyusun itinerary secara tepat, perjalanan ke desa wisata dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

Pada akhirnya, desa wisata memberikan kesempatan untuk mengenal Bali dari sisi yang berbeda. Tidak hanya menikmati tempat wisata, pengunjung juga dapat melihat hubungan antara masyarakat, budaya, alam, dan aktivitas ekonomi lokal yang terus dipertahankan.

Baca Juga : 

Sebelumnya

ZNVXA Membangun Kepercayaan pada Platform Aset Digital melalui Tata Kelola Keamanan Berlapis dan Layanan yang Transparan

Wisata Rakyat