JAWA TIMUR

11 Desa Wisata di Kudus yang Menawarkan Perpaduan Budaya, Alam, dan Tradisi Lokal

Gambar : Desa Wisata Japan

Wistarakyat.com – Nama Kudus kerap dikaitkan dengan sejarah panjang industri kretek nasional. Kota ini memang dikenal sebagai salah satu pusat awal berkembangnya rokok kretek di Indonesia, bahkan memiliki Museum Kretek yang menjadi satu-satunya di Tanah Air. Namun, lebih dari sekadar warisan industri, Kabupaten Kudus menyimpan potensi pariwisata berbasis desa yang kaya akan budaya, tradisi, dan keindahan alam.

Dalam beberapa tahun terakhir, desa wisata di Kudus berkembang menjadi alternatif liburan yang menawarkan pengalaman otentik. Mulai dari wisata edukasi, religi, hingga petualangan alam, seluruhnya berpadu dengan kehidupan masyarakat lokal yang masih menjaga nilai-nilai leluhur. Berikut deretan desa wisata di Kudus yang patut dipertimbangkan sebagai tujuan liburan bernuansa lokal.

1. Desa Wisata Japan, Edukasi Kopi di Lereng Muria

Desa Wisata Japan dikenal sebagai sentra kopi rakyat di kawasan Kudus bagian utara. Tidak hanya menikmati seduhan kopi lokal, wisatawan dapat mengikuti program edukasi seputar budidaya dan pengolahan kopi. Pada momen tertentu, tradisi wiwit kopi menjadi daya tarik utama, menandai awal panen dengan ritual adat yang sarat makna. Desa ini juga menjadi pintu masuk pendakian Gunung Argo Jembangan dengan jalur menantang.

Lokasi: Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus

2. Desa Wisata Kauman, Pusat Wisata Religi Bersejarah

Sebagai jantung sejarah Islam di Kudus, Desa Wisata Kauman menawarkan pengalaman wisata religi yang kuat. Kawasan ini menjadi lokasi Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus yang ikonik. Selain ziarah, wisatawan dapat menyaksikan ritual tradisional seperti pencucian pusaka dan pelepasan luwur makam. Keunikan lainnya adalah rumah adat joglo pencu yang masih terawat dan digunakan oleh warga.

Lokasi: Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus

3. Desa Wisata Janggalan, Jejak Peradaban Multikultural

Dijuluki sebagai Jerusalem van Java, Desa Wisata Janggalan menyuguhkan perpaduan arsitektur lintas budaya. Bangunan dengan pengaruh Jawa, Arab, Tionghoa, hingga Eropa menjadi ciri khas kawasan ini. Wisatawan dapat menginap di homestay warga, mencicipi kuliner khas, serta berburu batik Kudus yang memiliki motif dan filosofi tersendiri.

Lokasi: Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus

4. Desa Wisata Jurang, Sensasi Petualangan dan Kreativitas Warga

Bentang alam berupa lembah dan aliran sungai menjadi identitas Desa Wisata Jurang. Aktivitas river tubing menjadi favorit pengunjung, dipadukan dengan wisata kerajinan boneka lilit yang terbuat dari bahan daur ulang. Aneka kudapan tradisional khas desa turut melengkapi pengalaman wisata berbasis alam dan ekonomi kreatif ini.

Lokasi: Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus

5. Desa Wisata Rahtawu, Panorama Pegunungan Muria

Terletak di ketinggian lereng Gunung Muria, Desa Wisata Rahtawu menyuguhkan udara sejuk dan pemandangan alami. Wisata air di Joglo Dopang memanfaatkan mata air pegunungan yang jernih. Bagi pencinta alam, desa ini juga menjadi titik awal pendakian menuju Puncak Natas Angin dan Puncak 29 yang terkenal dengan panorama alamnya.

Lokasi: Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus

6. Desa Wisata Ternadi, Surga Aktivitas Alam Terbuka

Akses yang mudah menjadikan Desa Wisata Ternadi ramai dikunjungi wisatawan. Beragam aktivitas tersedia, mulai dari paralayang, sepeda gunung, hingga jelajah air terjun. Gardu pandang desa menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam dengan latar pegunungan Muria.

Lokasi: Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus

7. Desa Wisata Kaliputu, Kampung Jenang Kudus

Kaliputu dikenal luas sebagai sentra produksi jenang Kudus. Wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatan jenang secara langsung sebelum membeli produk yang telah dikemas. Tradisi tebokan yang digelar setiap Tahun Baru Islam menjadi atraksi budaya yang memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat desa.

Lokasi: Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus

8. Desa Wisata Wonosoco, Eksplorasi Gua dan Kesenian Tradisional

Desa Wisata Wonosoco menawarkan wisata berbasis sejarah dan alam, dengan tiga gua utama yang dapat dijelajahi. Ritual Kirab Resik Sendang serta pementasan wayang klitik menjadi bukti pelestarian seni tradisional yang masih hidup dan diwariskan lintas generasi.

Lokasi: Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus

9. Desa Wisata Kedungdowo, Menikmati Kopi dari Kebun ke Cangkir

Kedungdowo menghadirkan pengalaman wisata kopi secara menyeluruh. Wisatawan dapat belajar proses tanam hingga panen kopi, bahkan menikmati kopi racikan lokal langsung di tengah perkebunan. Konsep tinggal bersama warga menambah kesan autentik selama berkunjung.

Lokasi: Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus

10. Desa Wisata Pedawang, Wisata Edukasi Keluarga

Desa Wisata Pedawang menawarkan konsep wisata edukatif melalui Kebun Nanas Nusantara dan Taman 1000 Merpati. Anak-anak dapat belajar mengenal flora dan fauna secara langsung, menjadikan desa ini cocok sebagai destinasi wisata keluarga.

Lokasi: Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus

11. Desa Wisata Wates, Tradisi Leluhur yang Tetap Terjaga

Desa Wisata Wates dikenal dengan kekayaan adat istiadatnya. Kirab Budaya Munjung menjadi agenda tahunan yang sarat makna penghormatan kepada leluhur. Iringan gamelan dan tari tradisional menciptakan suasana sakral sekaligus hangat bagi wisatawan yang hadir.

Lokasi: Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus

Menjelajahi desa wisata di Kudus bukan sekadar perjalanan rekreasi, melainkan juga pengalaman memahami kearifan lokal yang masih dijaga dengan penuh kesadaran. Dari budaya, alam, hingga tradisi, Kudus menawarkan wajah pariwisata yang autentik dan berkelanjutan. Sebuah pengingat bahwa pesona Indonesia kerap tersembunyi di desa-desa yang setia merawat warisan leluhur.

Sebelumnya

11 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba Saat Berwisata

Wisata Rakyat