Beranda WISATA KULINER Tempe Benguk Asli Jawa: Cita Rasa Legendaris yang Wajib Kamu Coba!
WISATA KULINER

Tempe Benguk Asli Jawa: Cita Rasa Legendaris yang Wajib Kamu Coba!

Tempe Benguk

Wisatarakyat.com – Ketika berbicara tentang tempe, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada tempe kedelai yang mudah ditemukan. Namun, di pedesaan Jawa, ada satu jenis tempe yang memiliki karakter unik dan menyimpan cerita panjang yaitu Tempe Benguk.

Bukan Sekadar Tempe Biasa

Lain halnya dengan tempe kedelai, Tempe Benguk di buat dari biji koro benguk ( Mucuna pruriens ). Tumbuhan ini seringkali di anggap remeh, bahkan di kenal memiliki bulu halus yang gatal jika di sentuh. Namun, di tangan para perajin tradisional, biji koro benguk di ubah menjadi bahan baku istimewa melalui proses fermentasi yang rumit dan teliti.

Proses pembuatannya tidak sederhana. Biji koro harus di rebus, di kupas, dan di fermentasi selama beberapa hari hingga jamur Rhizopus oligosporus tumbuh sempurna, menyelimuti biji-biji tersebut. Proses inilah yang menghilangkan zat racun yang terkandung pada biji koro benguk dan mengubahnya menjadi sumber protein nabati yang aman dan lezat. Hasilnya adalah tempe dengan tekstur yang lebih padat, namun memiliki rasa gurih yang khas dan sedikit masam, memberikan pengalaman rasa yang berbeda dari tempe kedelai.

Cita Rasa Otentik Tempe Benguk Asli Jawa yang Tak Lekang oleh Waktu

Tempe Benguk, yang sering di olah menjadi besengek (di beri bumbu santan) atau krecek (di buat sambal goreng). Telah menjadi lauk favorit yang menemani hidangan di rumah-rumah makan tradisional. Selain itu, Tempe Benguk juga sering di olah menjadi camilan keripik renyah atau gorengan sederhana.

Cita rasa uniknya bukan hanya datang dari bahan baku, tetapi juga dari cara pengolahannya yang masih mempertahankan tradisi. Tempe Benguk seolah menjadi cerminan dari kearifan lokal yang mampu memanfaatkan potensi alam di sekitar untuk menciptakan hidangan yang bernilai.

Di tengah gempuran kuliner modern, Tempe Benguk tetap eksis, membuktikan bahwa makanan tradisional tidak hanya sekadar bertahan. Tetapi juga memiliki tempat di hati para penikmat kuliner yang merindukan cita rasa otentik.

Sebelumnya

5 Alasan Jadah Bakar Cocok Jadi Oleh-Oleh Khas Jogja yang Wajib Dibawa Pulang!

Selanjutnya

Virgin Beach Bali: Lokasi, Harga Tiket, Jam Buka, Daya Tarik & Fasilitas

Wisata Rakyat