Desa Wisata Widosari merupakan salah satu Desa Wisata yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Desa ini menyediakan banyak atraksi dan potensi wisata yang menarik. Mulai dari Wisata alamnya, buatan, budaya, edukasi maupun kulinernya. Dari segi wisata alam, kita dapat melakukan kegiatan Outbond, Camping. Melihat sunrise maupun menikmati senja di destinasi wisata Puncak Widosari dan Bukit Mata Elang.

 

Desa Wisata Widosari juga menjadi destinasi wisata edukasi. Wisatawan bisa belajar bagaimana cara beternak, mengolah hasil peternakan dan pertanian di Rajendra Farm. Kemudian masuk aspek wisata budaya, kamu bisa belajar menari, karawitan, mendhalang, dan membatik. Sempatkan juga untuk menikmati kuliner lokal yang di kemas artistik dalam suatu upacara adat bernama Kenduri.

Lokasi Desa Wisata Widosari

Tempat wisata ini tepatnya berada di Jalan Pangaji 7 Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Booking.com

Harga Tiket Desa Wisata Widosari

untuk info harga tiket sejauh ini tertulis di website resminya 0 RP, untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi website resmi desa wisata Widossari berikut Dewi-widosari.com

 

Jam Buka

Buka 24 jam

Daya Tarik

 

Bukan tanpa alasan Desa Widosari dinobatkan sebagai salah satu desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Desa yang berlokasi di ketinggian kurang lebih 900 Mdpl tersebut memenuhi standar yang di antaranya yaitu daya tarik, homestay, toilet umum, suvenir, kelembagaan desa, digital dan kreatif, serta memenuhi cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE).

Puncak Widosari

Tak lengkap mengunjungi Desa Wisata Widosari tanpa ke Puncak Widosari. Puncak Widosari merupakan titik tertinggi di desa tersebut sehingga dari atas sini kamu bisa melihat bentang alam yang indah, lengkap dengan udara sejuk yang mahal ditemukan di tempat lain.

Selain lanskap serba hijau memanjakan mata, kamu bisa melihat bongkahan batu raksasa yang saat dilihat sekilas mirip kepala manusia dengan lekukan mata, hidung, juga mata. Pun, Puncak Widosari telah ditetapkan sebagai warisan geoheritage pada tahun 2021 yang ada di Yogyakarta.

Mengunjungi Desa Wisata Widosari akan memberi pengalaman main ke Yogyakarta yang berbeda daripada biasanya. Tak hanya instagenic, tapi juga bisa menambah ilmu beternak hingga soal budaya Jawa.

Menikmati matahari terbit di Puncak Proman

Untuk kamu Penikmat matahari terbenam, singgah ke Puncak Proman yang menjadi salah satu wisata alam piliha ! Puncak Proman berada di atas Bukit Proman yang bisa diakses baik mengendarai roda dua maupun roda empat.

Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik, kamu harus menaiki puluhan anak tangga biar sampai ke puncak. Meskipun cukup melelahkan, semua akan terbayar saat kamu ada di puncak, menyaksikan matahari terbit dengan gunung-gunung besar seperti Merapi, Sindoro, sampai Sumbing mengelilingi.

Pertunjukan Bangilun

Bangilun adalah seni tradisional yang jarang disaksikan di daerah lain, tapi bisa dengan mudah kamu saksikan di Desa Wisata Widosari. Seni tari Bangilun diiringi musik tradisional gamelan dengan iring-iringan penari laki-laki yang kebanyakan paruh baya. Pria paruh baya ini mengenakan pakaian laiknya tentara Belanda, yaitu baju putih, celana hitam, dan kacamata hitam.

Sementara itu lirik lagunya mengisahkan soal perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal dunia. Kemudian akan ada dua penari lain yang bermain-main dengan obor yang disentuhkan pada tubuh masing-masing. Hebatnya, mereka sama sekali gak kesakitan, lho!

 

Kirab Merti Desa

Kalau kamu senang dengan budaya Jawa, coba kunjungi Desa Wisata Widosari setiap tanggal 15 Ruwah atau bulan Sya’ban. Setiap tanggal tersebut, masyarakat akan mengadakan merti desa dan nyadran. Ini adalah upacara adat Jawa yang diselenggarakan setiap setahun sekali sebelum ibadah puasa Ramadan.

Masyarakat akan membuat gunungan yang berupa hasil bumi kemudian dibuat kirab yang diikuti oleh bregodo berpakaian Jawa lengkap. Rute kirab biasanya mengelilingi kampung dan berakhir di rumah kepala desa yang kemudian gunungannya akan diperebutkan oleh masyarakat.

Berfoto di Kebun Teh Kemadon

Untuk kamu yang hobi berfoto khususnya yang tinggal dijogja, gak perlu jauh-jauh ke kawasan Jawa Barat kalau mau menyaksikan lanskap berupa kebun teh yang indah. Pasalnya, di Desa Wisata Widosari juga terdapat Kebun Teh Kemadon yang tepatnya berlokasi di Dusun Tritis, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo.

Penampakan kebun teh di sini bagai tangga atau bisa disebut dengan terasering, jadi saat berkunjung kamu perlu berhati-hati saat melewati jalan setapaknya agar tak merusak kebun tehnya. Serba hijau dan memanjakan mata, banyak wisatawan yang selalu menyempatkan buat berfoto di sini, lho.

Belajar Beternak di Rajendra Farm

Mengunjungi Desa Wisata Widosari, jangan lupa mampir ke Rajendra Farm, ya! Di sini kamu akan mendapatkan wisata edukasi yang menyenangkan soal beternak domba. Rajendra Farm sendiri sudah berdiri sejak tahun 2008 dan memiliki kapasitas 1.500 ekor kambing dengan jenis sapera dan saanen.

Selain belajar soal beternak, pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatan pupuk organik serta wisata kuliner. olahan daging domba di Rajendra Farm dibuat menjadi masakan seperti tongseng dan kambing guling. Apabila berminat untuk berkunjung, siapkan uang senilai Rp35 ribu untuk tiket masuknya ya!

Sumber :

Alakota.com

Jogja,Idntmes.com

Baca Juga :

Baca Juga :

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *