Aransemen sebuah lagu selalu erat dengan kreativitas, seorang arranger harus mampu untuk mengolah karya music yang diarasemen, supaya karya musiknya lebih artistic dan memiliki nilai estetis. Aransemsen sendiri dapat diartikan sebagai penyaduran suatu komposisi yang berlainan dari komposisi aslinya yang biasanya tetap mempertahankan unsur-unsur esensi musiknya. Yang dilakukan dengan proses adaptasi sedemikian rupa.

Variasi ide tematis bisa dihasilkan dengan banyak cara, hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan elemen musik yaitu, melodi, harmoni, ritme, dinamika, timbre dan ekspresi. Dalam definisi lainya aransemen merupakan penulisan kembali komposisi dengan instrumen berbeda dari karya aslinya. Atau dapat dikatakan sebagai transkripsi. Hal ini menunjukan bahwa seorang arranger bisa menggunakan music apa saja dalam dalam membuat aransemen karya music.

Bukan hanya karya music instrumentalia saja yang bisa diaransemen, akan tetapi yang berkembang sekarang lagu-lagu diaransemen ke dalam bentuk instrumentalia misalnya yang dilakukan oleh Erwin Gutawa dalam mengaransemen lagu-lagu koes plus ke format orchestra secara instrumental. Maka penting untuk arranger untuk menguasai pengetahuan luas mengenai aransemen supaya dapat dikembangakan dalam pengolahan sebuah lagu yang enak untuk didengar. Yang menjadi tantangan bagi arranger adalah bagaimana dia bisa mengadaptasikan nyanyian dalam bentuk instrumentalia dan mengubah struktur serta mengembangkan unsur-unsur dari lagu tersebut.

Dalam music barat bentuk musik konvensional diantaranya adalah sonata dan Concerto, tema dan variasi dan manuet. Bentuk-bentuk ini dapat diaplikasikan sebagai bentuk dalam aransemen musik, seperti lagu Sepasang Mata Bola yang memiliki bentuk 2 bagian aransemen dengan bentuk tema dan variasi.

Melodi dari lagu ini dijadikan tema dan variasinya dibuat sedemikian rupa dengan menggunakan beberapa prosedur dan teknik yang ada dalam pengolahan lagu tersebut. Dengan begitu lagu ini terdengar ada sebuah pengembangan dari melodi aslinya.

 

Booking.com

Proses Penggarapan Aransemen

Memahami latar belakang komponis

Untuk mendapatkan ide-ide musikal dalam aransemen seorang arranger harus memahami latar belakang komponis. Makna penting bagi arranger untuk memahami dengan baik latar latar belakang komponisnya, serta mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pembentukan dan perkembangan seorang komponis dalam bermusik supaya muncul stimulant dalam proses aransemenya.

Memahami Makna Teks Lagu

Ketika seorang arranger memahami sekolah mengenai riwayat hidup dari komponis, maka akan banyak ide musikal yang muncul untuk memberikan warna dalam aransemen lagu. Hal lainya yang tidak kalah penting adalah memahami makna dan maksud dari lagu yang akan diaransemen. Dengan begitu seorang arranger dapat menyesuaikan music yang cocok yang bisa digunakan dalam mengaransemen lagu tersebut.

Analisa Bentuk dan Struktur lagu

Dengan memahami bentuk dan struktur lagu serta unsur-unsur music yang mendukungnya, proses pengembangan suatu melodi lagi akan dapat dilakukan dengan baik oleh arranger. Maka perlu untuk melakukan analisa terhadap lagu secara mendetail dengan mengetahui motif, frase, periode dan unsur music lainya seperti nada dasar, tempo dan nada yang digunakan dalam lagu tersebut.

Sebelum proses analisa bentuk dan struktur lagu sebaiknya arranger memahami beberapa hal yang mendukung analisanya. Hal ini menjadi dasar dalam menganalisa music dan juga nantinya akan membantu proses aransemen lagunya, yang di antaranya adalah penjelasan mengenai figure, frase, motif, Kaden dan periode. Selain itu unsur-unsur musik seperti ritme, melodi, dinamika, harmoni dan ekspresi yang ada dalam notasi lagu juga harus dipahami. Dengan memahami bentuk dan struktur serta unsur-unsur music dalam lagu tersebut maka dapat digunakan sebagai acuan atau konsep dasar dalam mengembangkan lagu yang akan diaransemen.

Pemilihan Instrumen

Pemilihan instrumen dalam setiap aransemen merupakan hal yang bebas untuk dilakukan. Tapi penting bagi arranger untuk mengetahui instrument dalam beragam sudut pandang. Dalam proses aransemen yang erat dengan kreativitas, register instrumen dan teknik-teknik permainan dalam instrumen tersebut penting untuk diketahui. Dengan mamahaminya proses pengolahan unsur music akan lebih bervariasi lagi.

Selain itu penting bagi arranger untuk memahami karakter suara atau bunyi instrumen, sehingga dalam menyatukan masing-masing instrumen akan ada pertimbangan mengenai keseimbangan audio dan kesan music yang diinginkan.

Pemilihan Bentuk Aransemen

Bentuk aransemen harus ditentukan sebelum melakukan proses aransemen. Music barat memiliki bentuk konvensional yang dijadikan pijakan dalam proses aransemen, yang salah satunya adalah tema dan variasi. Bentuk yang disebut tema dan variasi digunakan secara luas dalam periode klasik. Baik lagu bebas atau bagian dari simfoni, sonata atau kuartet gesek.

Dalam tema dan variasi, 1 ide musik dasar di ulang-ulang dan diubah sedemikian rupa. Bentuk ini dapat disimpulkan sebagai tema (A), Variasi 1 (A’), Variasi 2 (A”) dan lain sebagainya. Setiap tanda pokok dimaksudkan untuk menandai variasi dari ide dasarnya.

Kerangka bentuk tema dan variasi ini mencakup 2 langkah, pertama, Pernyataan mengenai tema, yang biasanya dengan cara atau gaya sederhana dan langsung. Tema tersebut berupa bentuk nyanyian sederhana untuk tema pokok itu sendiri composer bisa membuat melodi original atau meminjam melodi orang lain.

Kedua tema dinyatakan berulang kali, dan setiap kali dengan beberapa pola modifikasi atau variasi yang diterapkan. Variasi-variasi ini mencakup modifikasi yang luas sehingga ide asli menjadi tidak jelas. dan Setiap variasinya mempunyai panjang yang sama.

Perubahan ritme, melodi. Dinamika, iringan atau warna suara bisa digunakan untuk memberikan ciri khas khusus dari variasi. Inti dari melodi dapat muncul dalam bass atau bisa juga diulang dalam kunci minor selain kunci mayor. Inti meldi bisa terdengar bersamaan dengan melodi baru dan setiap variasi bersifat unik dan berbeda dalam nuansa dari tema pokok.

Dalam aransemen yang menggunakan bentuk tema dan variasi melodi lagu dijadikan sebagai tema. Kemudian melodi dari lagu tersebut dikembangkan pada bagian variasi.

Penulisan notasi

Setelah arranger menjalani semua proses aransemen, Maka selanjutnya adalah mendokumentasikan dalam bentuk notasi supaya aransemennya dapat dimainkan. Ada berbagai metode yang bisa digunakan dalam penulisan notasi, seperti notasi angka dan notasi balok dan juga diagram-diagram tertentu yang telah disepakati.

Notasi maupun diagram yang digunakan adalah simbol bunyi yang akan dimainkan instrumen musik, berdasarkan bagaimana arranger menjelaskan notasi itu kepada pemain music supata dapat dimainkan sesuai keinginan arranger. Maka dalam menulis notasi harus memahami teori dasar yang berkaitan dengan music itu sendiri.

 

Kesimpulan

Kegiatan mengaransemen lagi diawali dengan memahami latar belakang komponis dan makna teks lagu, hal ini bisa menjadi stimulant dalam mencari ide-ide musikal yang diperlukan dalam aransemen musiknya. Kemudian kegiatan terakhirnya adalah menentukan instrumen dan bentuk music dalam aransemen lagunya.

Ketika menentukan instrument setiap arranger memiliki kebebasan secara musical, akan tetapi tentu diperlukan wawasan dan pengetahuan yang luas mengenai instrumen tersebut, seperti warna suara, teknik dan register instrumenya yang menjadi dasar dalam melakukan pengolahan unsur-unsur music dalam aransemen lagunya. dan jika kamu ingin mengaransemen sebuah lagi akan tetai merasa kesulitan kamu bisa menggunakan Jasa Pembuatan Aransemen Lagu

Baca juga :

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *