Beberapa dari Anda mungkin tidak terlalu familiar dengan alternator. Padahal komponen ini salah satu komponen penting bagi kelistrikan mobil, bahkan hampir sama pentingnya dengan aki. Alternator pada mobil merupakan pembangkit tenaga listrik dibutuhkan oleh kendaraan. Singkatnya, komponen ini adalah perangkat elektromekanis yang bisa mengubah tenaga gerak jadi tenaga listrik. 


Alternator kerap disebut juga sebagai dinamo ampere. Pembangkit listrik alternator mampu menyuplai kebutuhan listrik untuk menggerakkan mesin tambahan serta memenuhi kebutuhan listrik pada putaran idle.

Alternator memiliki beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Mari mengenal komponen apa saja yang ada pada alternator berikut dengan fungsinya!

  • Rotor Coil

Alternator terdiri dari kumparan yang berfungsi sebagai magnet. Kumparan ini disebut dengan rotor coil. Rotor ini terhubung ke poros alternator, sehingga saat poros berputar rotor juga berputar dan medan magnet akan bergerak-gerak.

 

Booking.com
  1. Stator Coil

Pada alternator terdapat juga stator coil yang berbentuk kumparan statis yang akan menghasilkan aliran listrik dengan tegangan dan arah tertentu. Stator coil berada hanya beberapa milimeter dari bagian luar rotor coil, karena jaraknya cukup berdekatan maka medan magnet dari rotor akan menyentuh kumparan stator. Sehingga begitu rotor diputar, medan magnet tersebut akan berpotongan dengan stator coil.

 

  1. Alternator Shaft

Komponen ini merupakan penghubung dari beberapa bagian alternator yaitu pulley dan rotor. Fungsi dari alternator shaft ini adalah menjaga pulley alternator bisa tersambung ke rotor dan rotor dapat berputar.

 

  1. Brush

Brush atau sikat alternator adalah komponen berbentuk kotak kecil dari tembaga yang bisa menghubungkan listrik ke rotor coil. Brush yang ada pada alternator akan menekan slip ring, sehingga dua ujung kumparan rotor akan terhubung satu sama lain dan arus listrik bisa tersalurkan.  

 

  1. Bearing

Pada alternator, biasanya terdapat dua buah bearing yang berada di bagian frame depan dan belakang. Fungsi dari bearing adalah melapisi poros alternator dengan frame alternator. 

 

  1. Alternator Fan

Agar alternator terhindar dari overheat dan pengisian arus listrik jadi terganggu, alternator membutuhkan kipas. Kipas yang ada pada alternator berfungsi untuk untuk mendinginkan kumparan baik stator dan rotor saat bekerja. 

 

​​​​​​​7. Rectifier / Dioda

Arus tegangan listrik yang dihasilkan oleh stator coil bersifat AC sementara tegangan listrik yang diperlukan mobil sifatnya DC. Karena itulah alternator memerlukan rangkaian dioda atau rectifier yang bisa mengubah arus AC menjadi DC. Kinerja rectifier adalah dengan melakukan blocking dua arah, sehingga aliran listrik yang bisa lewat hanya aliran listrik searah/DC.

 

Itu tadi adalah pengenalan singkat tentang apa itu alternator dan fungsinya. Jika mengalami gangguan seperti AC mobil mendadak tidak dingin, bunyi kasar pada mesin, lampu jadi redup atau starter mobil jadi macet, Anda perlu waspada karena bisa jadi alternator mobil Anda bermasalah. Segera kunjungi bengkel Suzuki terdekat untuk mengetahui permasalahan alternator Suzuki Anda. Cari tahu lokasi bengkel dan booking jadwal service di https://www.suzuki.co.id/services

Baca juga :

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *